Postingan

Pertanian Organik, Untuk Mendukung Keberlanjutan Lingkungan

  Sistem pertanian di Indonesia mengalami perubahan drastis sejak dimulainya program revolusi hijau, —suatu bentuk modernisasi pertanian pangan yang diaplikasikan di Indonesia sekitar tahun 1960-an. Tujuan dari revolusi pertanian ini adalah untuk menekankan peningkatan produktivitas pertanian secara mekanisasi, salah satunya lewat teknologi pemupukan menggunakan bahan-bahan kimia (Brandt & Otzen, 2004). Dalam sebuah penelitiannya, Iskandar (2009) menyebut revolusi hijau menimbulkan dampak dan gangguan ekologi yang serius seperti punahnya varietas lokal, ledakan hama dan pencemaran tanah dan perairan. Ledakan bahan kimia seperti pestisda telah membunuh berbagai organisme dan musuh alami hama, seperti laba-laba, capung, katak, dan burung. Juga, penyemprotan pestisida akan membuat hama menjadi kebal dan berkembang biak dengan cepat (Soemarwoto, 2004). Revolusi Hijau sendiri tidak bisa lepas dari bagaimana dunia berubah menjadi kearah kapitalistik. Negara berkembang masuk dalam ske...

Hidroponik, Solusi Pertanian Lahan Sempit di Perkotaan

  Keterbatasan lahan di perkotaan ternyata bukanlah hambatan untuk bertani. Dengan sistem pertanian hidroponik hambatan lahan bisa diatasi dengan hasil yang tak kalah bagusnya dengan sistem pertanian konvensional. Hal ini dibuktikan oleh Takdir Syafruddin (45), salah seorang penggiat tanaman hidroponik di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Halaman rumahnya yang tak begitu luas disulap menjadi kebun hidroponik memanfaatkan pipa-pipa dan botol-botol plastik bekas. Aktivitas bertani yang dilakoninya setiap hari tak mengganggu pekerjaan utamanya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Kelautan, Perikanan Pertanian dan Peternakan (DKP3) Kota Makassar. “Kalau mau memenuhi kebutuhan pangan sendiri maka bisa pakai hidroponik ini. Lebih sehat dan tanpa biaya besar karena berasal dari kebun sendiri,” katanya kepada  Mongabay  di rumahnya, Perumahan Delta Bumi Sudiang, Makassar, Minggu (11/9/2016). Menurutnya, kelebihan hidroponik ini, selain penggunaan lahan yang terbatas, juga k...

Pertanian Organik sebagai Solusi Pertanian Berkelanjutan

  Pertanian organik kini mulai dikenal luas masyarakat seiring dengan adanya tren hidup sehat. Banyak pelaku pertanian organik bermunculan seiring dengan pangsa pasar yang semakin terbuka. Tidak hanya karena bernilai ekonomis tinggi, pertanian organik penting untuk perbaikan ekosistem pertanian yang kian rusak terpapar bahan sintetik atau kimiawi seperti pestisida. Guru Besar Perlindungan Hama dan Penyakit Tanaman Universitas Hasanuddin Makassar, Prof. Dr. Sylvia Sjam menyatakan perlunya mempromosikan pertanian organik ini sebagai sebuah solusi pertanian berkelanjutan, khususnya pada petani. “Harus diajarkan bahwa penanganan hama dan penyakit tidak hanya melalu pestisida sintetik, begitu pun dengan pupuk yang bisa disiapkan sendiri, yang lebih murah dan terjangkau, sekaligus sehat bagi ekosistem pertanian,” ungkap Sylvia dalam sebuah diskusi di Unhas, Makassar, Jumat (23/11/2018). Menurut Sylvia, tanaman yang dikelola secara organik biasanya lebih tahan hama penyakit. Hal itu terka...